Postingan

Cara Menginstall Windows 8 Menggunakan Flash Disk

Gambar
Berikut ini adalah cara menginstall windows 8 menggunakan flash disk: 1. Nyalakan/ restart komputer atau laptop anda, kemudian tekan tombol  DEL(Delete) . Untuk masuk ke menu BIOS, tidak semua komputer/laptop menggunakan tombol yang sama. 2. Akan muncul tampilan menu BIOS seperti gambar berikut ini. Ingat yah, tampilan menu BIOS pada setiap komputer/ laptop juga tidak semua sama. Selanjutnya, silakan pindah ke tab Boot dengan menggunakan tombol  3. Seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini, posisi HDD terletak di atas sendiri, hal tersebut berarti booting pertama kali dilakukan dari HDD. Maka dari itu, anda harus mengubahnya agar booting pertama kali dari CD/ DVD. 4. Pilih CD-ROM Drive, kemudian gunakan tombol +/- untuk memindahkannya sampai berapa di posisi teratas seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini. 5. Jangan lupa yah, masukkan DVD installer windows 8 nya ke dalam DVDROM komputer/ laptop anda. Simpan konfigurasi yang telah anda lakukan dengan...

Cara Menginstall Modem

Gambar
Berikut ini adalah cara menginstal dan menghubungkan modem di laptop/komputer. Buka dekstop komputer Anda  Sambungkan/colokkan modem pada slot USB di computer Anda Tunggu sampai muncul gambar seperti di bawah ini  Pilih bahasa penginstallan yang diinginkan. Klik "OK" Setelah muncul Mobile Partner setup klik "Next" dan klik "Install" setelahnya Tunggu hingga proses penginstalan selesai Klik "finish" jika pengistalan selesai  Mobile Partner siap digunakan  Jika ingin menghubungkannya dengan jaringan internet klik "Connect". Maka akan muncul gambar dibawah ini. Internet siap digunakan

Dari Kami: Pedagang Pasar Minggu

Gambar
Siang ini tak seterik saat kau datang di hari minggu kemarin. Sebetulnya, kulihat kau dengan jelas waktu itu, hanya pura-pura aku tak melihatmu karena takut kau akan menyinggung masalah pendidikanku yang tandas di tengah jalan. Maaf. Maaf juga karena tak menyapamu, padahal sudah lama kita tak berseteru seperti yang dulu. Ya, kita dulunya musuh yang akrab, bukan? Kuingat sekali kau, yang notabene anak seorang cendekiawan malah sering menyontek padaku, kala ujian pun kau sengaja duduk dibelakangku, tau-taunya kulihat kau sesekali berdiri dan mengintip lembar jawabanku. Tapi tak masalah, toh kau juga punya sesuatu yang tak kupunyai tetapi sialnya aku tak bisa mengambilnya semudah kau mengambil jawaban matematika dariku, uang. Oleh karena itu, aku sungguh bekerja keras demi mendapatkannya. Segala cara telah kutempuh. Pengorbanan? Jangan pikir aku tak berkorban apa-apa. Sudah kukorbankan semua. Tenagaku, waktuku, wajahku, kulitku, pakaianku, teman-temanku sampai pendidikanku. It...

Aku dan Kau di Pasar Minggu

Tolong bawa aku ke pasar jika aku mulai angkuh. Terlahir dari keluarga mapan meskipun tak mencapai taraf ‘kaya’ kadang membuatku merasa lebih dari yang lain. Bukan inginku rasa itu ada. Kau tahu, kan kadang hati sendiri pun kita tak tahu putih atau hitamkah ia. Tidak aba-aba dari otak kita yang memerintah rasa itu muncul, itu terjadi begitu saja. Seperti angin yang bertiup di hadapanku saat ini, melintas begitu saja---tanpa permisi. Pernah kudengar kata orang—entah siapa, sering-seringlah ke rumah sakit. Katanya agar tersadar, ternyata banyak dari makhluk-Nya yang belum diberi kesehatan. Aku setuju. Kini akan kutambahkan. Agar kelak kau menulis : pernah kubaca tulisan di blog yang diberi nama ‘Kertas Kosong’ bahwa tak hanya rumah sakit sebagai destinasi tempat untuk mengingat nikmat Tuhan. Sering-seringlah ke pasar! Maka kau akan tersadar ternyata banyak dari makhluk-Nya yang perlu beberapa lembar ribuan untuk sekadar makan atau untuk ditabung dan digunakan jika ada keperluan ...

Ketika Salento Merindukan Ibu

Salento termangu melihat beberpa butir beras yang menjelma menjadi nasi (?) dihdapannya. Sebenarnya ia sendiri bertanya, apakah didepannya saat ini adalah sesuatu yang orang-orang sebut ‘nasi’ untuk dimakan guna memiliki tenaga demi menyambung hidup. Bukannya tak mau menolak, ia hanya tak bisa menolak apa yang diberikan atasannya dan Yang ada di atas sana. Sepeninggalan ibunya, yang dia bawa berkelana ke penjuru dunia hanyalah kalung emas seharga tujuh ratus duapuluh lima ribu ---- warisan ibunya dengan apa yang ia kenakan saat itu. Bukan main beraninya, dia menyusuri lautan, samudera, pepulauan, selat diantara selat, lembah diantara lembah dengan bekal yang bagimu akan ludes tak genap sehari. Tapi, kasih Tuhan untuk Salento masih mengalir meski tak deras. Di sebuah daratan tanpa nama, ia disuguhi pekerjaan sebagai sopir bus penumpang. Tak tanggung-tanggung Salento menerima suguhannya. Dalam hati ia berterima kasih kepada Alm. Ayahanda karena sedari kecil, telah diajari naik s...