Postingan

Review Buku: The Great Gatsby by F. Scott Fitzgerald

Gambar
Ah, akhirnya selesai juga membaca buku ini. Kemarin, ketika membelinya via online shop saya pikir itu adalah buku tebal yang bisa dibaca lama—atau saya balik, bisa menjadi bacaan saya selama berbulan-bulan di rumah. Ternyata, buku yang datang mungil sekali. Lebih kecil dari kertas A5, dan hanya 184 halaman. Tetapi, jauh dari dugaan, saya membaca buku ini cukup terbata-bata. Yah sekitar sebulanan juga. Pertama, saya akui itu karena kepercayaan diri saya yang over haha. Kemarin, ketika Haruki Murakami menyanjung-nyanjung buku ini di What I Talk About When I Talk About Running, saya merasa ingin membaca novel ini sebagaimana yang dibaca oleh Haruki. Padahal kemampuan Bahasa Inggris saya sangat tidak bisa dibandingkan dengan Haruki yang notabenenya seorang translator Jepang-Inggris. Alhasil, hingga pertengahan bukunya, saya masih tidak mengerti what are they talking about . Kosakatanya rumit sekali, gaya bicara orang Amerika yang berbeda dengan Bahasa Inggris yang saya ketahui...

ULANGAN HARIAN: ANALISIS LATAR BELAKANG KONFLIK

ULANGAN HARIAN PEACE AND LEADERSHIP CLASS #16 MATERI                : ANALISIS LATAR BELAKANG KONFLIK PENGANTAR Setelah mendapatkan tiga materi tentang Nature of Conflict , baik berdasarkan pemaparan Tuan Konflik sendiri, maupun oleh penemu-penemu teorinya, berikut adalah beberapa cara atau metode-metode analisis latar belakang konflik, untuk menentukan cara penyelesaian terbaiknya: Pertama, analisis aktor konflik berupa push and pull factors. Anda harus mengetahui dulu apa yang mendorong seseorang/sekelompok orang untuk berkonflik. Juga, apa yang ingin dicapai atau diperoleh seseorang/sekelompok orang dari terjadinya konflik tersebut. Hint : push factors biasanya bersifat eksternal, tidak dapat dikendalikan, dan pengaruhnya cukup luas atau dirasakan banyak orang; pull factors selalu berasal dari diri sendiri, berkaitan erat dengan nilai/kepercayaan yang dianut, subyektif namun tidak tert...

Some Theories About How The Conflict Appears

Gambar
Sepertinya wawancara ekslusif seorang moderator dengan Tuan Konflik (baca di sini: https://abdatullah.blogspot.com/2020/05/eksklusif-bincang-damai-bersama-konflik.html ) belum bisa memahamkan kita lebih dalam tentang penyebab konflik itu sendiri. Untuk itu, saya di sini akan coba menjabarkannya (lagi), berdasarkan teori-teori yang ada. Haha. Sebenarnya Itu bukan keinginan saya, Teman-Teman. Tapi, PLC ke-15 ini (wah tidak terasa sudah sejauh ini) sungguh membahas tentang teori-teori penyebab konflik itu. Kemarin Kak Therry apik sekali menjelaskan teori tersebut beserta contohnya di kehidupan nyata. Berhubung saya tidak banyak tahu sejarah, penjelasan saya mungkin akan membosankan haha. Apalagi, saya kurang fokus mencatat nama-nama pencetus teorinya karena tempo hari sambil nyambi menyetrika baju :( Tapi bagaimana pun juga, saya merasa materi ini sangat bermanfaat untuk benar-benar memahami konflik di sekitar kita. Terlebih lagi, saya dapat ‘jatah’ wajib merefleksi pek...

Mozaik-Mozaik Cinta dan Perdamaian

Gambar
1. What is Love? Wah. Dahulu, saya antusias sekali jika berbicara tentang cinta. Baik itu berteori, ataupun membahas empirisnya yang ada di sekitar saya. Misalnya saja, mengapa perempuan lebih mudah tersakiti (cinta) daripada laki-laki? Atau, mengapa sampai ada orang bunuh diri karena putus (cinta)? Atau, sebenarnya apa sih yang terjadi pada seseorang yang sedang jatuh cinta? *dasar pikiran remaja :v Ya. Cinta memang bukan hanya tentang lawan jenis. Eh tidak. Sungguh sempit sekali jika kita hanya mengaitkan cinta dengan yang seperti itu. Faktanya, cinta selalu ada di mana-mana. Kepada Tuhan, orang tua, benda mati, keabstrakan.. Meskipun saya tidak tahu mengapa (dengan pedenya) bilang begini, padahal mendefinisikan cinta saja setengah mati haha. Hm, sejauh ini, saya menganggap pengertian cinta itu masih saja tabu. Ada yang mengatakan cinta itu buta, cinta itu luka, cinta adalah anugerah—indah, cinta tidak harus memiliki, dan sebagainya. Saya tidak ingin menyalahkan salah b...

Resilience: in Family, Community, and Social Life

Gambar
Long time no see ~ Haha, sapaan tersebut lebih ke untuk saya sih. Akhir-akhir Ramadhan kemarin sampai di penghujung Syawal ini rasanya agak sulit memulai menulis refleksi lagi. Padahal saya punya hutang refleksi yang tidak sedikit. Harapannya sih saya bisa menyelesaikan tulisan refleksi untuk semua PLC, semoga saja saya tidak tergoda untuk berhenti karena ternyata telah menemukan hobi baru akhir-akhir ini haha.  Singkat cerita saya pun akhirnya berkesempatan merangkum materi ini, yang merupakan lanjutan dari materi Resilience (postingan sebelumnya). Saya mungkin membahasnya singkat saja, karena serius gaes , materi ini sudah agak lama sejak disampaikannya. Dan waktu itu tuh saya tidak banyak meng- screenshot slide karena maunya fokus jadi moderator *pffftt. Meskipun cacatan si moderator itu entah di mana rimbanya sekarang haha. Sedikit saya review lagi apa itu resilience . Yakni semacam kemampuan atau kompetensi seseorang untuk tangguh dan bertahan dalam...

Bertahanlah! Badai Pasti Berlalu~

Gambar
Tugas saya di rumah ialah, mengurusi per pakaian an. Saya tidak tahu sejak kapan peraturan itu ada di keluarga saya, bahwa setiap pakaian, dari yang terluar hingga terdalam, kecil maupun besar, sebelum masuk lemari, harus disetrika terlebih dahulu. Sudah setahun lebih tante yang biasa melakukan pekerjaan rumah di rumah saya berhenti. Silih berganti kami mencari pengganti, dan saya dan kakak pun bagi tugas mengisi kekosongan itu. Tapi pada kondisi normal, sudah ada kok yang bersedia. Namun,  mumpung saya dan kakak ada di rumah, si mba-nya dipulangkan dulu, dengan begitu masing-masing kami bisa berpuasa di lingkungan rumah masing-masing, tanpa ada orang asing. Tugas saya di rumah ialah, mencuci dan menyetrika. Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Saya harus memastikan pakaian yang terjemur kering, yang berarti saya harus bolak-balik dari jemuran di belakang rumah, ke jemuran atas (di lantai dua), untuk distribusi pakaian agar bisa disetrika tepat waktu. Lagipula, jemuran puny...

Eksklusif: Bincang Damai Bersama Konflik*

Gambar
*Apa yang tertulis di bawah ini merupakan refleksi dari PLC #11, dengan judul  Nature of Conflict . Moderator :  Selamat pagi Pembaca yang Budiman, saya ucapkan selamat datang di laman ini. Saya moderator merasa sangat antusias—dan saya yakin Pembaca Sekalian pun begitu. Sebab kita kedatangan tamu spesial, dia datang dari dimensi waktu dan ruang yang tak disangka-sangka.. Kita sambut, Tuaaan Konflik!  Apa boleh saya memanggil Anda “Tuan”? Tn. Konflik : Oh ya silakan saja. Halo.. Moderator : Aduh Tuan Konflik, kami bersyukur sekali nih Anda berkesempatan hadir di Bincang Damai kali ini. Jadi, untuk beberapa menit ke depan Tuan cukup jawab saja pertanyaan dari saya. Apa itu jelas? Tn. Konflik : Oh iya, jelas. Sila dilanjutkan, Moderator. Moderator : Oke, langsung saja ya. Pertama-tama, coba deskripsikan dulu diri Anda, Tuan. Tn. Konflik : Iya. Saya yakin tanpa saya jelaskan pun, para Pembaca yang Budiman pasti tahu siapa saya. Bahkan bis...