Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Bahkan Perang Sekalipun Ada Manfaatnya

Gambar
Salah satu hal saya senangi selama mengikuti Peace and Leadership Class -nya KITA Bhinneka Tungga Ika, ialah saya diajak untuk memikirkan hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali. Misalnya, pertanyaan ini: Apakah perang itu baik? Ayolah, who cares ? Tapi oh tapi, ternyata pengetahuan saya masih sangat-sangat kerdil dalam memahami fenomena alam dan sosial di semesta ini. Ya, untuk menganggap war is worst ternyata tidaklah tepat. Meskipun ada nyawa yang meregang, kehancuran di mana-mana, nampaknya Tuhan kita benar-benar pandai menyelipkan suatu nikmat di balik bencana. Saya kadang takjub setakjub-takjubnya membayangkan kendali Tuhan dalam mengatur seluruh jagad raya beserta isi-isinya ini. Kita yang mengatur kegiatan untuk puluhan atau ratusan orang saja sudah sangat kewalahan. Masya Allah.. Oke, kembali ke laptop. Materi PLC #10 kemarin, sepertinya akan menjadi salah satu kandidat kuat, kalau saja saya disuruh memilih materi PLC mana yang paling disukai. P

Cerpen: Bila Badi Mati, Itu Bukan Salah Kami

K ami dibakar amarah. Tidak pernah sekalipun di kampung kami, terjadi pembunuhan sadis seperti itu. Kami selalu saling menghormati, menghargai, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, dengan damai. Tentulah Badi yang salah. Orang seperti dia memang tidak usah dibiarkan hidup. Bisa-bisa warga setempat banyak yang pindah kampung, kalau ada uang. Kalau tidak ya, mungkin tidak berani lagi keluar rumah. Kami justru menyelamatkan nyawa orang banyak. Mana bisa membunuh kembang desa cantik nan perawan dimaafkan? Syekiah bahkan sudah terima lamaran Jauhari untuk menikah bulan depan. Sungguh malang. Hanya ingin mencuci di kali seberang, dia harus meregang nyawa, dengan keadaan perawan. Eh bisa jadi sebelum dibunuh, si Syekiah di- sentuh dulu sama Badi. Dulu kan, waktu masih waras, si Badi juga mati-matian kejar Syekiah. Kata orang sih, mereka sebenarnya suka sama suka. Hanya saja, Syekiah menolak karena tidak mau ditinggal tatkala Badi kuliah lagi di ibu kota. Badi itu ganteng

HIDUP YANG TIDAK PERNAH DIRENUNGI, TIDAK LAYAK DIPERJUANGKAN*

Gambar
* Socrates (470 SM - 399 SM) Saya mengutip perkataan perkataan Socrates sebagai judul dari tulisan ini, karena ya, itu salah satu quotes yang paling teringat. Hum, entah ingin mulai dari mana. Yang jelas, materi kemarin terasa sekali berat(?)-nya. Haha, bukan karena disuruh berhitung bilangan berpangkat, melainkan karena kita diajak berpikir secara mendalam. Misalnya saja, di awal materi kami—para GoP ditanya, “Yang mana yang dimaksud Wiwi?”, “Namamu itu melekat pada apa?” Jleb. Saya sih memang sering mendengar pertanyaan ini dari orang-orang yang interest dengan filsafat. Tapi sejujurnya, saya malas membahasnya. Mencari tahu Wiwi itu “apa”-nya dari saya, terus kenapa saya hidup, saya bertuhan karena betul-betul yakin atau nurut kepercayaan orang tua.. dan banyak pertanyaan lain, yang apa yah? Mengjengkelkan? Itu seperti Kau setiap hari melewati Jalan Borong Raya, lalu kau ditanya, Borong itu apa? Haha. Sampai kemudian pemateri mengutip perkataan itu. “ Hidup yang tid

THE MEANING OF FRIENDSHIP TO ME

Gambar
Arti pertemanan bagi saya, ialah, hmm mungkin akan sedikit berlawanan dari kebanyakan orang. Pertama, saya percaya bahwa setiap orang itu sendiri. Saya belajar mencintai seperlunya, dan benci seperlunya. Toh, orang yang paling peduli pada kita sekalipun akan menemui ajal, tidak usah terlalu bergantung padanya, tapi kita bisa saling mengandalkan. Ya, teman bukanlah seorang yang saya tuntut selalu ada kapan pun saya butuh. Melainkan orang yang bisa kita andalkan pendapatnya, nasehatnya, dukungannya.. Boleh dia ada di saat kita senang, sedih, tapi tidak perlu SELALU ada. Setiap orang punya urusan masing-masing, kan? Kedua, teman—menurut saya, bukanlah replikasi diri. Awalnya saya berpikir bahwa jika berteman, maka setidaknya kita harus punya hobi dan pembahasan yang sama. Tapi semakin ke sana, rasanya tidak benar juga. Saya masih punya beberapa nama (baca: teman) yang meskipun kecenderungan kami berbeda, komunikasi tetap jalan. Di situlah justru letak keakraban kami, saling bercerit

Latihan Bercakap-Cakap*

Gambar
-Hei, sudah menemukan mimpimu? - Hm, sepertinya belum. -Kenapa? -Ya, masih bingung saja bagaiamana caranya.. -Mau kuajari? -Boleh. Kau punya cara apa? -Pertama, coba ingat-ingat deh peristiwa apa saja yang pernah terjadi dalam hidupmu. -Wah, banyak sekali dong. -Ya, tidak semua juga sih. Tentang apa-apa yang menurutmu kamu sudah ditakdirkan untuk itu. -Misalnya lahir dari rahim siapa? Di mana? -Iya, betul sekali. -Hm, oke. Aku lahir di desa, bukan dari keluarga kaya, tapi (Alhamdulillah) berkecukupan. Kedua orang tuaku bekerja di bidang kesehatan. Sayangnya aku tidak melanjutkan bidang mereka. Dulu, aku ingin sekali masuk SMA di Malino, namun aku tidak berhasil dan hanya mendapat sekolah di Pinrang. Baiknya di situ aku diajak untuk mengenali minat dan bakat sejak dini, dan aku pun menemukannya. Lalu, singkat cerita aku masuk di Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, di sebuah universitas ternama di Indonesia timur. Serius, mau kuceritakan semua? -Tak perlu kau