Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Tetralogi : Senja

#2 Hujan dan Lelaki itu Hujan yang Tercantik dan Tersayang… Rasa-rasanya kau akan turun lagi sore ini, terima kasih. Tahukah kau betapa senangnya aku jika tetes airmu mengucur walaupun serintik? Benar saja, kau pun menghujam bumi yang penuh dosa ini. Seperti biasa, tatkala sudah kudengar gentingku berbunyi tik-tik-tik maka dia akan melesat keluar mengadahkan tangan dan mendongkakkan kepala. Dari balik kaca, aku terbuai dengan dinginmu yang begitu menusuk sampai ke relung hatiku. Kusaksikan, kadang, anak-anak mu yang nakal akan jatuh tepat menerpa matanya, sehingga perih mungkin dia rasakan sedikit. Atau pun mereka---anak-anakmu dengan jahil menyentuh bibirnya yang basah juga karena anak-anakmu yang lain. Jikalau sudah begitu, terpasksa sudah dia lijat, pun air itu bercampur dengan air ludahnya yang pada akhirnya dia telan jua. Kalau-kalau dia beruntung, maka bisa saja aku mendapat kau di tengah hari. Kata orang , yang seperti itu namanya hujan orang mati, atau lebih tepatn

Ketika Salento Mencari Jati Diri

-Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?- Salento, ternyata tahun ini ia ubahnya seorang anak raja. Inginnya mencicipi makanan istana baik yang berat sampai yang teringan sekalipun. Tak urung, semua pakaian dan mainan anak raja sesungguhnya telah dicoba semua. Mengaku anak raja, tapi yang ia lakukan hanya tidur-main- dan menggoda gadis-gadis kerajaan. Ia baru kapok menjadi seorang anak raja ketika disuruh berpidato dalam acara ulang tahun kerajaannya. Karna memang hidupnya tak pernah menetap, mana ada waktu dia pelajari tata bicara di depan khalayak. Akhirnya, dia ditertawai seantero kerajaan. Di surat kabar selembaran zaman dulu, dia jadi topik utama : ANAK RAJA MEMBISU SAAT MEMBERIKAN SAMBUTAN. Dan sekarang lembaran surat kabar itu sedang digenggamnya, tapi anehnya dia malah yang paling keras tawanya diantara orang lain yang juga membaca. Bukan bermaksud menertawakan diri sendiri, ternyata dia bukan lagi anak raja di surat kabar harian yang terbit mingguan itu, se

Tetralogi : Senja

#1 : Kisah Seorang Gadis Pecinta Senja Apa yang lebih disukainya melebihi senja? Jikalau setiap petang menjelang, sebuah kursi di teras rumhanya tak pernah kosong dan memang hanya dihuninya seorang. Siapapun yang mencarinya di kala senja, katakan saja pada sesiapa itu “dia sedang bersama senja”. Itupun kalau ada yang mencarinya… Gadis itu, si pecinta senja itu dengan mata biru yang lekat, rambut hitam lebam, raut wajah yang teduh dengan sedikit polesan bedak halus akan terus melamun sampai matahari benar-benar tenggelam tanpa menyisakan bekas. Kursi pun masih harus memanas walaupun udara disekitarnya telah merintih dingin Gadis pecinta senja itu. Sangat mencinta, lebih mencinta bahkan melebihi cinta manapun yang terdalam yang pernah kaulihat. Tak hanya itu. Jikalau matahari sedang naik dan tidak ada tanda-tanda senja, dia akan membaca banyak cerpen tentang senja. Mulai dari Sepotong Senja untuk Pacarku, Senja di Pulau Tanpa Nama, Senja di Kaca Spion, Negeri Senja, Matahari T

Contoh Karangan Eksposisi

Mengenal Bahasa Inggris Melalui Lagu Di era kekinian, lagu bagi hampir seluruh   darah muda   dianggap sebagai pengungkap perasaan terefektif terlebih lagi kepada lawan jenis. Beruntungnya, anak-anak sekarang juga tak ingin luput dari zaman. Lagu-lagu mereka bukan lagi lagu berbahasa Indonesia, melainkan mereka lebih suka dengan lagu Barat yang booming akhir-akhir ini. Perlu kita lihat sisi positifnya. Bahasa Inggris di era globalisasi kini, sangat dibutuhkan. Akan sulit bagi kita bersaing di dunia internasional tanpa Bahasa Inggris jika sekitar 400 juta penduduk di dunia menggunakannya sebagai bahasa sehari-hari. Tak hanya itu, dalam bidang pendidikan utamanya teknologi dan dunia literasi, Bahasa Inggris sudah mendominasi di dalamnya. Hal sepele memang, tapi jika diperhatikan software-software komputer, aplikasi, smartphone , internet kebanyakan mereka adalah berbahasa Inggris. Bahkan di beberapa sekolah- sekolah terkemuka, buku berbahasa Inggris menjadi bacaan wajib untuk

Merah

Ingin rasanya aku menjadi ikan arwana.. Bisa bermuara ke laut mana pun, menghindari seikan pun dan berlabuh dimana pun. Jikalau arwana lautan tak pantas untukku, arwana di comberan juga boleh. Toh setidaknya aku bisa bersembunyi di pipa-pipa kecil dan besar tempat air bekas mandimu mengalir. Aku tetap ingin menjadi ikan meskipun itu bukan arwana. Apa yang membuat kau tak bahagia ketika menjadi ikan? Saat seseorang melempar batu ke arahmu, dengan sigapnya kau dapat menghindar masuk ke air atau menyelam lebih dalam. Jika mereka bersikeras ingin menangkapmu atau sedekar ingin menakutimu, kau boleh mengibaskan ekormu, agar duri kecil disana dapat meneteskan satu atau dua tetes darah. Seandainya aku menjadi ikan, aku hanya akan di air, tak akan mencampuri urusan daratmu. Urusi saja semuanya. Siapa juga yang mau mengurusi manusia-manusia yang terus berbuat onar? Membunuh, merampas, merusak, menodai, dan masih banyak me- lain. Tapi sesekali, aku akan menengok ke atas, sekedar mengint